
JECorner.com – Salah satu anggota JECorner yang merupakan seorang Tarot Reader, Rendy Fudoh, berbagi pengalaman membaca klien dari pendekatan psikologi. Dan dari berbagai klien yang berkonsultasi kepada Rendy, tentunya ada beberapa cerita klien yang menarik. Tanpa membongkar identitasnya, Ia kali ini membahas satu fenomena unik. Fenomena itu adalah batu jimat kunci sukses usaha.
Bagaimana Dari Sebuah Batu Jimat Menjadi Kunci Kesuksesan Seseorang?
Terdengar mistis dan keren? Pastinya! Dan memang seperti tulisan diatas, yang Rendy maksudkan adalah sebuah batu yang memang hanya batu dan dibuat menjadi jimat yang konon di klaim bisa mendatangkan kesuksesan seseorang. Nah, sebelum memulai pembahasannya, Rendy akan sedikit memberi latar belakang cerita. “Biasanya kita mendengar entah teman atau saudara, mengaku pernah bertemu dengan seorang dukun, bahasa inggrisnya sorcerer, yang menawarkan sebuah batu dengan harga yang sangat tinggi, bisa sampai jutaan dan dijanjikan akan mendatangkan berbagai keberuntungan dan keberhasilan bisnis.” ujar Rendy.
Nah, bagi pembaca yang skeptis ataupun terlalu logis, pasti akan mempertanyakan keberanannya. “Apa benar sebuah batu bisa mendatangkan kesuksesan? Dukun kan kebanyakan pakaiannya lusuh dan hidupnya kebanyakan setengah melarat (kecuali si Ki Joko Bodo); orang melarat kok bisa menjanjikan kesuksesan bagi orang lain? Wong dirinya sendiri aja belom berhasil kok.” Dan masih banyak pertanyaan – pertanyaan skeptis lainnya yang tidak akan habis dibahas disini.
Dan seperti yang kita tahu juga, kesuksesan di mata orang umumnya adalah punya bisnis meningkat pesat, ataupun posisi di kantor yang naik kencang, dan berujung kepada banyaknya rejeki (baca: duit) yang masuk ke orang tersebut.
Namun singkirkan dahulu berbagai pertanyaan skeptis tersebut, Rendy sendiri melihat fakta dari beberapa klien nya, ada yang memang semakin berhasil setelah mendapat atau membeli ‘batu jimat’ tersebut dan ada juga yang justru semakin terpuruk. The question is…?
“Kok bisa sebuah batu jimat bisa membuat seseorang sukses atau makin melarat?”
Untuk itu, Rendy akan memberikan beberapa cerita nyata yang Ia dengar sendiri dari klien dengan nama disamarkan tentunya. Seorang klien Rendy, sebut saja namanya Albert, mengaku juga sebagai seorang tarot reader. Belakangan Albert sedang sepi klien dan tergoda untuk membeli batu jimat dari seorang dukun terkenal. “Alhasil setelah membeli batu tersebut, Albert mengaku banyak kedatangan klien yang berkonsultasi dan semakin lama semakin banyak klien yang datang ke dirinya.” tutur Rendy membeberkan kisah kliennya tersebut.
Albert menceritakan ini dengan nada yang antusias dan mata yang berbinar. Namun setelah selesai menceritakan pengalamannya membeli batu jimat tersebut, Rendy sempat bertanya “Apakah dirimu pernah menjadi tarot reader di bazaar dan membagikan kartu nama beberapa waktu lalu?”. Albert menjawab iya dan melakukan itu sebelum memutuskan membeli batu jimat tersebut.
Dan Rendy kembali bertanya, darimana klien yang mendadak ramai tersebut tahu Albert? Dan ternyata jawabannya juga bisa ditebak, mereka tahu dari kartu nama yang disebar di bazaar tersebut. Well…, jawabannya sudah terlihat jelas penyebab si Albert bisa ramai kedatangan klien, namun dia tetap mengklaim itu semua dari batu jimatnya. Dan Rendy pun hanya tersenyum ikut berbahagia atas ramainya klien yang mendatangi dirinya.
Ada juga klien Rendy, sebut saja namanya Lesty seorang penjual online, dia mengaku ketika dia membeli batu jimat kesuksesan itu, mendadak dagangannya sangat laku dan selalu kehabisan stock. Sama dengan Albert, dia menceritakan itu semua dengan antusias yang sangat tinggi. Dan ketika Rendy menanyakan, customer seperti apa yang membeli barangnya? Ternyata sebagian besar adalah customer yang membeli barang karena promo discount yang dibuat. Meskipun begitu, Lesty tetap mengklaim itu semua disebabkan karena batu jimat kesuksesan yang memberi dia inspirasi.
Dan tentu saja ada klien Rendy yang sudah membeli batu jimat kesuksesan itu seharga jutaan rupiah, sebut saja namanya Lala. Tapi tetap saja karirnya bahkan bisnisnya tidak meningkat dan malahan bangkrut. Dan sudah ditebak kenapa penyebabnya, setelah menerima batu jimat tersebut, Lala tidak melakukan apapun dengan bisnis maupun pekerjaannya, cenderung malas karena yakin batu jimat itu akan menolongnya.
Dan dari situlah Rendy melihat hal yang unik…
“Batu jimat hanyalah sarana pemicu orang tersebut untuk percaya dirinya akan sukses.”
Alhasil, mau ritual batu jimatnya serumit atau sesederhana apapun, keberhasilan dan bangkrutnya seseorang benar – benar bergantung dari niat dalam dirinya sendiri. Atau kalau mau lebih kasar lagi, apa yang mereka beli adalah sugesti (baca: keyakinan) agar berhasil.
Ketika seseorang sudah yakin akan berhasil, maka orang itu cenderung lebih percaya diri dan lebih semangat melakukan berbagai cara yang dia bisa lakukan agar kesuksesan menghampiri dirinya. Ketika seseorang sudah yakin akan berhasil, itu sangat tercermin dari raut mukanya yang segar dan selalu senyum, tidak dibuat – buat. Dan ketika orang itu bernegosiasi dengan muka sumringah, customer juga lebih mudah bernegosiasi dan sampai ke titik kesepakatan.
Sebaliknya, ketika motivasinya adalah agar untuk malas-malasan dan santai, maka rasa malas juga tercermin di muka orang itu saat berkomunikasi dengan pelanggan. Alhasil semuanya juga berlangsung lebih sulit dan pelanggan menjadi antipati dengan orang tersebut.
Dan lepas dari apapun situasi hati yang anda kenakan hari ini, itu akan menyebar ke sekeliling anda dan ujung – ujungnya akan menentukan apakah pelanggan menyukai / tidak peduli dengan anda yang berujung kepada apakah pelanggan akan mempromosikan anda ke teman – temannya atau tidak sama sekali. Dan tentu saja itu sangat menentukan apakah anda pelanggan anda semakin bertambah atau tidak.
Dan sebagai penutup artikel ini, Rendy yakin ada pembaca yang bertanya,
Kalau begitu, batu jimat itu penipuan kah?
Rendy sendiri secara pribadi netral dalam hal ini. Karena dalam praktek sehari – hari, memang ada orang – orang yang sudah bisa ‘mandiri’ secara mental dalam artian tanpa bantuan apapun sudah bisa inisiatif bekerja keras dan berjuang agar berhasil. Sementara di sisi lain, memang ada sebagian orang yang perlu -diberi keyakinan- terlebih dahulu di awal perjuangannya agar bisa melakukan inisiatif kerja keras. Setelah mentalnya ditempa dengan banyak pengalaman hidup, barulah dia bisa mandiri secara mental.
Nah, keyakinan yang diberikan itu pun seleranya macam – macam. Ada yang cukup diberi bimbingan oleh pakar yang sudah sukses, ada juga yang lebih menyukai dalam wujud benda sebagai pengingat seperti batu jimat tersebut. Dan ada juga yang sudah berpola pikir kalau kesuksesan itu pengorbanan dan harganya sangat mahal. Nah, orang yang berpola pikir sukses = mahal dan perlu ‘sarana pengingat’ itulah yang menjadi pelanggar atas batu jimat yang harga jutaan rupiah tersebut.
Jadi, kesimpulannya, kesuksesan itu tergantung individu masing-masing. Batu Jimat atau apapun itu, hanyalah sebagai sugesti untuk menambah kepercayaan diri.
434 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini




