Sejak kapan istilah santet ini muncul? Wallahu A`lam? Kami belum sempat meneliti sejauh itu karena keterbatasan referensi dan pengetahuan yang kami miliki. Namun dipastikan jika istilah santet telah dikenal di Indonesia di semua lapisan masyarakat sosial: berpendidikan ataupun tidak, miskin ataupun kaya, pejabat ataupun bukan, raja ataupun rakyat biasa, pengacara, hakim, polisi, atau pun hanya tukang ojek biasa.
Beberapa istilah yang dianggap serupa dengan santet adalah Teluh (dikenal di Sumatra dan negara Malaysia), Voodoo (populer di Afrika Barat), Black Magic (di kenal di negara barat, lingkungan gereja, dst), sihir (dikenal di Timur Tengah, dihadapi oleh para Nabi seperti Nabi Muhammad dan Nabi Musa) dan puluhan nama lainnya.
ADA BERAPA MACAM JENIS SANTET?
Yang jelas sangat banyak. Kita tidak mungkin mengetahui karena di setiap suku dan bangsa memiliki ritual penyantetan tersendiri. Pada umumnya, santet dapat dikategorikan menjadi empat jenis berdasarkan sarananya yaitu: Makhluk halus, Jimat dan Mantra, Kekuatan batin dan Pengobatan.
BERASAL DARI MANA SANTET?
Tidak ada yang tahu persis darimana sebenarnya ilmu santet berasal. Ada pendapat yang berasal dari ilmu malaikat harut marut di jalan Nabi Sulaiman dan sebagainya. Di Indonesia santet begitu dikenal, misalnya di daerah Banyuwangi. Ilmu hitam di nusantara ini sangatlah banyak jenisnya dan di Dayak dikenal sangat kuat. Bahkan santet juga dikenal di kalangan para Brahmin di India. Negeri India bisa dikatakan sebagai tempat kelahiran ilmu hitam. Santet yang digunakan oleh suku asli Taiwan mirip dengan yang digunakan oleh orang Thailand dan Filipina. Bahkan nama nama istilahnya juga mirip. Karena bahasa yang digunakan sangat dekat, pasti ada hubungan dan kaitan diantara ilmu hitam.
APAKAH SARANA UNTUK MENYANTET?
Banyak sekali sarananya. Di berbagai budaya di tanah air dan di dunia, sarana menyantet dan metodenya juga beragam. Misalnya dengan paku, rambut, cermin, tujuh ayam untuk sesajen dan seterusnya. Di selatan Cina, santet disebut ‘ku’ yang berarti sama dengan ’santet’. Perbedaannya hanya pada metode yang digunakan. Ada banyak macam ‘ku’. Diantaranya, sepanjang yang saya ketahui, adalah ku ulat sutera, ku ular, ku batu, ku gila, ku cacing, dan sebagainya. ‘Ku’ adalah sebenarnya semacam virus. Santet sejenis ini menggunakan virus untuk melukai orang. Penggunaan hu dan mantra oleh pengikut aliran hitam juga merupakan suatu bentuk santet. Ilmu hitam yang digunakan oleh aliran hitam di Tibet adalah santet yang bersifat primitif dan penyembahan.
Terlepas dari semua hal tersebut, tidak dapat dipastikan jika semua peralatan tukang santet antara satu ahli santet dan lainnya adalah sama. Menurut kami, alat utamanya adalah kegaiban misteri dari santet itu sendiri.
Berdasarkan pengalaman kami sendiri ketika memproses orang yang terkena santet, beberapa di antara serangan santet menggunakan beberapa bahan dari binatang dan benda-benda tertentu, ada juga yang menggunakan bantuan makhluk halus (JIN). Namun ada juga serangan santet yang sangat halus dan sulit dipastikan apa bahan yang digunakan oleh pelaku kecuali di dalam serangan tersebut terkandung nafsu menghancur, kekuatan niat dan energi dari fikir jahat yang luar biasa (Dalam bahasa al-Qur`an disebut Iri dan Dengki: …..Dari Kejahatan Orang yang Pendengki [Hasid] ketika mereka dengki [hasad] ).
APA YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH SEORANG AWAM JIKA IA TERKENA SANTET?
Karena seorang awam tidak melatih ilmu perisai pelindung diri, ia akan terkena santet begitu disantet. Setelah ia menyadari bahwa ia disantet, ia harus mencari seorang yang waskita untuk membuang santet tersebut. Orang waskita ini akan menyelidiki santet jenis apa yang digunakan dan menggunakan kekuatan batinnya yang sesuai untuk membuangnya. Untuk membuang santet, sang waskita ini harus menggunakan ilmu “menanggung” dan “mentransfer”. Seorang waskita dapat membuang santet sendiri, bahkan dapat melakukannya dari jarak jauh. Jarak tidaklah penting karena semua olah batin adalah berdasarkan kekuatan konsentrasi. Banyak visualisasi, mantra, dan simbol dapat digunakan untuk membuang berbagai jenis santet. Ilmu ini dapat digunakan secara efektif oleh seorang yang telah hidup dengan Guru sejatinya.
BAGAIMANA SEORANG AWAM MELINDUNGI DIRI DARI SANTET?
Dukun santet dapat memikirkan berbagai cara untuk menggunakan santet nya. Si calon korban seperti berada di tempat terbuka, sedangkan si dukun santet berada ditempat yang tersembunyi. Bila mengunjungi seseorang yang tahu ilmu hitam, lebih baik tidak makan makanan yang disuguhkannya atau meminum teh yang disiapkannya. Jangan memberitahu data kelahiran (tahun, bulan, tanggal, dan jam kelahiran). Jangan memberikan barang - barang simbol seperti kuku, rambut, dan sapu tangan. Bila seseorang tahu dengan jelas bahwa seseorang akan menggunakan santet untuk mencelakainya, ia harus segera mencari seorang waskita dan meminta suatu alat perlindungan yang telah diberikan kekuatan Guru Sejati.
APA YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MELINDUNGI RUMAH DARI SANTET?
Rumah dapat dilindungi dengan ritual membuat PAGAR GAIB. Cara yang paling mudah adalah meminta orang waskita untuk memberkati air yang sudah diisi kekuatan batin. Lalu, percikkan air itu didalam rumah dan sekelilingnya. Air yang sudah diisi doa itu dilindungi dan dijaga oleh kekuatan malaikat. Memercikkan air doa didalam dan diluar rumah adalah ilmu membuat pagar gaib. Semua santet tidak akan dapat mencelakakan. Bila ia dapat mengundang seorang ahli Guru Sejati ke rumahnya untuk membuat pagar, itu juga cara yang efektif dan mudah.
BAGAIMANA PROSEDUR MEMBUANG SANTET?
Pertama, memurnikan. Kedua, membuat batas. Ketiga, membuat benteng. Keempat, berlatih olah batin dengan tekun.
SIAPAKAH MAHLUK HALUS PENGUASA SANTET?
Ahli santet di Eropa menyebutnya sebagai ‘Satan’. Di India, Thailand, dan Malaya, para ahli santet percaya bahwa ‘Shiva’ adalah kekuatan santet yang terbesar. Shiava adalah danyang Isvara, dahnyang penghancur dalam Hindu. Surga Isvara adalah satu dari beberapa aliran sesat didalam agama Hindu. Menurutnya, Shiva adalah penguasa segalanya. Sewaktu dunia berakhir, mereka percaya bahwa semua akan memasuki sebuah tempat bernama Mahesvara. Danyang Isvara mempunyai tubuh hijau. Penampilannya adalah bersisi tiga dan berlengan empat. Satu sisi adalah dalam bentuk raja langit; satu sisi lagi dalam bentuk raksasa (yaksha); dan sisi ketiga adalah dalam bentuk dewi. Setiap sisi mempunyai tiga mata. Dari ke 4 lengan, tangan kiri atas memegang trisula, tangan kiri bawah memegang botol dari emas, tangan kanan atas memegang bunga, tangan kanan bawah memegang mutiara. Di Tibet, danyang-danyang tertinggi dari aliran hitam adalah ke 6 Saudara Langit dan ke 12 Tama. Ini agak berbeda dengan santet jenis lainnya.
SANTET DAN FITNAH
Jika santet berbahaya, ada juga efek lain yang luar biasa bahayanya dari pada santet itu sendiri, yaitu Fitnah. Proses diawali dengan kebiasaan orang yang mengobati orang yg terkena santet menyebutkan atau mengindikasi orang tertentu sebagai pelaku santet.
Jika anda terkena santet dan ingin berobat, maka yang pertama yang harus anda obati adalah pikiran anda dan luruskan niat anda. Jika anda mendatangi alternative atau ahli penyembuh, maka tidak usah menanyakan siapa pelakuknya, cukup mintalah si penyembuh untuk membantu anda memproses dan menghilangkan pengaruh santet dalam diri anda dan bertawakkallah kepada Allah.
33 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


